Greetings...
Mungkin dari baca judul kalian akan kebingunan dengan apa yang akan gue tulis baru ini. Setelah sekian lama tidak menulis dikarenakan beberapa hal, pada akhirnya gue bisa kembali menulis lagi. Melihat judulnya gue juga bingung kenapa memilih judul itu tetapi bagi gue itulah hal yang akan gue lakuin setelah menulis episode baru ini dan gue janji akan gue upload foto gue kayang ditengah jalan di Blog HSA ini, gue janji.
Melihat kebelakang setelah episode terakhir ya memang banyak peristiwa yang telah gue lewati. Mulai dari sakit hati, sedih, senang, gembira, bahagia banyak banget pokoknya. Diawali dari perayaan ulang tahun sahabat gue namanya Subhan yang ke 23 tahhun, dia 2 tahun lebih tua dari gue. Perayaan yang diadakan benar- benar dadakan ini termasuk sukses tapi juga kacau, berawal dari Subhan yang sulit dihubungi sampai dilemparnya dia ke kolam renang apartemen tempat tinggalnya. Selanjutnya gue harus melalui peristiwa yang cukup tidak mengenakan dalam hidup yang gue sebut peristiwa permen karet. Kalian tahu permen karet kan ? pada awalnya saat pertama kali memasukanya kedalam mulut rasanya manis dan sangat menyenangkan mengunyahnya sampai beberapa kali membuat balon permen karet, selanjutnya lama kelamaan mengunyah rasa manisnya akan hilang perlahan- lahan hingga sampai terasa hambar, tetapi kita masih bisa menikmati rasa kenyal tekstur permen karet tersebut selanjutnya setelah lama mengunyah pasti kita akan membuang permen karet tersebut kedalam tempat sampah atau menempelkanya dibawah meja, gue nggak mau membahasnya secara detail tinggal kalian saja yang menterjemahkanya. Berlanjut kepada hal yang menyenangkan lagi, yaitu deklarasi JBS (Jakarta Bikers Sociality) komunitas motor yang gue buat bersama 6 teman gue ini benar- benar menghilangkan rasa sakit hati serta sedih yang gue rasakan sebelumnya, di JBS gue senang luar biasa mereka pengertian dan selalu tertawa bersama, rasa persaudaraan yang tak pernah gue rasakan sebelumnya ditempat lain gue rasakan disini. Tanggal 30 Maret 2014 JBS resmi mendeklarasikan diri sebagai komunitas motor yang diakui. Deklarasinya diadakan dirumah gue yang akan gue bahas diepisode khusus.
Akhirnya gue bingung mau nulis apalagi ditengah- tengah pekan UTS ini. Oh ya doakan saja semoga hasil UTS gue baik dan dapat nilai akhir yang membanggakan. Baiklah sampai disini saja awalnya dan Hapusajakhirnya...
Wednesday, April 9, 2014
Saturday, March 15, 2014
Hidup di Zaman Apa Aku Ini ?
Greetings...
Beberapa bulan
belakangan ini gue benar- benar miris mendengar berita yang tayang di televisi.
Kebanyakan dari berita tersebut adalah berita mengenai kriminal. Pasti kalian
tahu mengenai kasus pembunuhan seorang gadis berusia 19 tahun yang dibunuh oleh
mantan kekasihnya terdahulu. 19 tahun, ya usia 19 tahun manusia memang masih
dalam masa transisi dari remaja menjadi dewasa dalam tanda kutip kalau manusia
tersebut mau menjadi dewasa. Tapi kalau begini apa yang bisa dikatakan ?
seorang laki- laki dan perempuan berusia 19 tahun dan tidak pernah terlibat
dalam kasus kriminal apapun sebelumnya tega menganiaya hingga membunuh temanya
sendiri. Gue miris sangat miris sekali mendengar kisah ini.
Dunia sudah tua
sampai- sampai ada hal- hal yang seperti ini terjadi dan kasus ini ada di
negara tempat gue tinggal. Tidak hanya itu saja, berita lain juga ada dan baru
gue saksikan pagi hari ini tanggal 14 maret 2014 sebelum gue berangkat kuliah
selalu gue sempatkan menyaksikan berita pagi. Isi berita tersebut menyatakan
ada sekelompok remaja yang terdiri dari 5 orang dan 2 diantaranya adalah
perempuan (bukan Power Ranger)
juga tega menganiaya seorang gadis yang merupakan teman mereka sendiri. Aksi
pengeroyokan di lakukan karena korban tidak mau menerima permintaan salah satu
tersangka untuk menjadi kekasihnya. Astaghfirullah. Pembaca, Gue takut, benar-
benar takut dengan keadaan dunia saat ini, khususnya di Indonesia. Kebanyakan
pelaku kriminal disini di dominasi oleh para remaja yang masih berstatus sebagai
pelajar. Yang lebih mencengangkan lagi adalah adanya kasus video porno yang
pemeranya adalah anak berusia 8 - 12 tahun berarti mereka masih duduk di bangku
sekolah dasar maupun di bangku sekolah menengah pertama, waktu gue masih
berusia segitu sama sekali nggak ada pikiran untuk hal- hal seperti ini, yang
ada dipikiran gue waktu itu hanyalah belajar dan bermain. Ternyata video
itu menjadi ladang bisnis, pelaku menjual bebas video porno tersebut di dunia
maya. Serta kasus yang berbau hal sama yang terjadi di Indonesia itu masih
banyak lagi dan belum terekspos.
Masya Allah, gue
nggak habis pikir, siapa yang salah disini ? Dari mana awalnya hal seperti ini
mulai ? Apakah terdapat kesalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia ? Apakah
terdapat kesalahan dalam pola asuh terhadap anak- anak remaja kini ? atau
kemungkinan moral dan Iman telah luntur dari diri orang Indonesia ? Semua itu
masih menjadi tanda tanya besar bagi kita semua. Bila kita bisa menarik garis
lurus kebelakang dari setiap pertanyaan tersebut pasti kita akan mendapatkan
jawabanya yang seharusnya tidak ada itu.
Kalau menurut gue
begini, kita bisa melihat rata- rata umur dari para pelaku kriminal tersebut
dan melihat sistem pendidikan dan pola asuh dari beberapa tersangka kasus
kriminal yang dijadikan sampel. Kita akan meneliti serta meraba- raba apakah
terdapat kesalahan- kesalahan yang telah diduga ? jujur saja sebagai calon
pendidik gue sangat bersemangat dan merasa terpanggil untuk melakukan
penelitian dan perbaikan moral, Agama dan pendidikan di Indonesia ini. Apakah
ada salah satu dari pembaca tertarik untuk melakukanya ? silahkan saja gue akan welcome kepada kalian yang ingin bekerja
sama.
Ok sampai disini
saja awalnya dan Hapusajakhirnya...
Tuesday, March 11, 2014
Mengenal Pribadi
Greetings...
Banyak yang berkata janganlah memilih- milih untuk berteman, tetapi pada kenyataanya apakah kalian mengikuti pepatah itu ? Jujur saja penulis tidak mengikuti dan cenderung melanggar jauh pepatah itu. Penulis sendiri benar- benar orang yang memilih untuk berteman maka bersyukurlah kalian yang sudah merasa menjadi teman saya. Berteman, bergaul atau apalah itu memang membutuhkan suatu kecocokan serta keserasian tersendiri untuk dapat menjadi benar- benar teman, sahabat bahkan sudah dianggap sebagai keluarga. Disini suatu pertanyaan muncul, mengapa kalian menganggap orang itu cocok untuk menjadi teman anda ?
Selanjutnya membahas mengenai pergaulan tidak terlepas dari bagian terkecilnya,yaitu pribadi. Pribadi seseorang menurut sebuah teori dari ilmu psikologi manusia yang mungkin kalian sudah tahu bahwa bila seorang individu yang sedang berinteraksi dengan individu lain itu hanya menampakan 20% dari sifat aslinya, nah terus dimana lagi sisanya ? percaya atau tidak 80% sifat seorang individu akan di tunjukan pada saat dia sedang sendirian atau dapat dibilang tersembunyi. Seorang individu cenderung akan menyembunyikan sifat aslinya dan hanya menampakan sifat yang sekiranya mereka rasa baik untuk dipandang oleh individu lain. Pada akhirnya bila kalian mendengar seseorang berkata "Tidak ada yang saya sembunyikan" itu berarti orang tersebut memiliki sebuah rahasia dan kalimat tersebut digunakan sebagai alibi agar kalian tidak ada keinginan untuk menggali apa yang sedang disembunyikan oleh orang tersebut.
Jadi, bila kalian sudah merasa kenal dekat dengan seseorang maka janganlah bersedih karena orang yang anda kenal itu hanya menunjukan sekiranya hanya 1% sampai paling besar 75% dari sifat mereka. Orang yang sudah menikah sekalipun dan sudah hidup bersama bertahun- tahun bahkan puluhan tahun, penulis yakin mereka baru mengenal sekitar 85% sampai 99% sifat pasangan mereka. Ya, itulah kodrat manusia sebagai mahkluk individu selain manusia sebagai mahkluk sosial.
Rasa penasaran pasti akan muncul ketika kalian baru mengenal seseorang dan ingin tahu apa kesukaan orang tersebut dan apa- apa saja yang dia lakukan itu adalah hal yang wajar dan kebanyakan dari kalian akan mengatakan orang yang sudah kalian kenal itu orang baik jika obrolan kalian nyambung satu sama lain. Itu adalah keputusan atau kesimpulan yang sangat premature, kalau hanya dari obrolan saja menurut penulis seorang individu akan mengeluarkan sekiranya hanya 1% sampai 5% sifat mereka dan kalian tidak mengetahui kurang lebih 90% dari sifat dia.
Memang bagitulah adanya, nah, jika kalian tidak menginginkan seseorang menyumbunyikan sesuatu dari diri kalian maka cobalah untuk terbuka dan kelurakan ya kira- kira 70% dari sifat kalian agar teman- teman atau orang- orang disekitar anda tidak memiliki prasangka yang aneh- aneh kepada diri anda karena terlalu tertutup atau misterius. Pilihlah untuk menjadikan seseorang sebagai teman, sesuaikan dengan diri anda, carilah teman yang membawa anda pada hal- hal positif. Menyembunyikan rahasia itu perlu tapi jangan sampai orang- orang disekitar anda tertarik untuk mencari tahu apa yang kalian sembunyikan, buatlah mereka nyaman dengan sifat yang kalian tampakan meskipun itu hanya sekian persen.
Ok semoga bermanfaat dan Hapusajakhirnya...
Banyak yang berkata janganlah memilih- milih untuk berteman, tetapi pada kenyataanya apakah kalian mengikuti pepatah itu ? Jujur saja penulis tidak mengikuti dan cenderung melanggar jauh pepatah itu. Penulis sendiri benar- benar orang yang memilih untuk berteman maka bersyukurlah kalian yang sudah merasa menjadi teman saya. Berteman, bergaul atau apalah itu memang membutuhkan suatu kecocokan serta keserasian tersendiri untuk dapat menjadi benar- benar teman, sahabat bahkan sudah dianggap sebagai keluarga. Disini suatu pertanyaan muncul, mengapa kalian menganggap orang itu cocok untuk menjadi teman anda ?
Selanjutnya membahas mengenai pergaulan tidak terlepas dari bagian terkecilnya,yaitu pribadi. Pribadi seseorang menurut sebuah teori dari ilmu psikologi manusia yang mungkin kalian sudah tahu bahwa bila seorang individu yang sedang berinteraksi dengan individu lain itu hanya menampakan 20% dari sifat aslinya, nah terus dimana lagi sisanya ? percaya atau tidak 80% sifat seorang individu akan di tunjukan pada saat dia sedang sendirian atau dapat dibilang tersembunyi. Seorang individu cenderung akan menyembunyikan sifat aslinya dan hanya menampakan sifat yang sekiranya mereka rasa baik untuk dipandang oleh individu lain. Pada akhirnya bila kalian mendengar seseorang berkata "Tidak ada yang saya sembunyikan" itu berarti orang tersebut memiliki sebuah rahasia dan kalimat tersebut digunakan sebagai alibi agar kalian tidak ada keinginan untuk menggali apa yang sedang disembunyikan oleh orang tersebut.
Jadi, bila kalian sudah merasa kenal dekat dengan seseorang maka janganlah bersedih karena orang yang anda kenal itu hanya menunjukan sekiranya hanya 1% sampai paling besar 75% dari sifat mereka. Orang yang sudah menikah sekalipun dan sudah hidup bersama bertahun- tahun bahkan puluhan tahun, penulis yakin mereka baru mengenal sekitar 85% sampai 99% sifat pasangan mereka. Ya, itulah kodrat manusia sebagai mahkluk individu selain manusia sebagai mahkluk sosial.
Rasa penasaran pasti akan muncul ketika kalian baru mengenal seseorang dan ingin tahu apa kesukaan orang tersebut dan apa- apa saja yang dia lakukan itu adalah hal yang wajar dan kebanyakan dari kalian akan mengatakan orang yang sudah kalian kenal itu orang baik jika obrolan kalian nyambung satu sama lain. Itu adalah keputusan atau kesimpulan yang sangat premature, kalau hanya dari obrolan saja menurut penulis seorang individu akan mengeluarkan sekiranya hanya 1% sampai 5% sifat mereka dan kalian tidak mengetahui kurang lebih 90% dari sifat dia.
Memang bagitulah adanya, nah, jika kalian tidak menginginkan seseorang menyumbunyikan sesuatu dari diri kalian maka cobalah untuk terbuka dan kelurakan ya kira- kira 70% dari sifat kalian agar teman- teman atau orang- orang disekitar anda tidak memiliki prasangka yang aneh- aneh kepada diri anda karena terlalu tertutup atau misterius. Pilihlah untuk menjadikan seseorang sebagai teman, sesuaikan dengan diri anda, carilah teman yang membawa anda pada hal- hal positif. Menyembunyikan rahasia itu perlu tapi jangan sampai orang- orang disekitar anda tertarik untuk mencari tahu apa yang kalian sembunyikan, buatlah mereka nyaman dengan sifat yang kalian tampakan meskipun itu hanya sekian persen.
Ok semoga bermanfaat dan Hapusajakhirnya...
Wednesday, March 5, 2014
Mesin Waktu
Masa lalu, Masa depan, Masa jenis dan Masa sih ? mungkin kalian ini sering sekali mendengar teman atau kerabat yang mengatakan "Coba ada mesin waktu". Sebenarnya apa tujuan mereka di balik perkataan tersebut ? ingin merubah masa lalu ? mau tau masa lalu ? atau ada yang lainya ? pasti kebanyakan dari mereka menyatakn ingin merubah masa lalu. Dapat gue simpulkan orang yang mengatakan itu adalah orang yang tidak pernah bersyukur dan orang yang tidak optimis serta ikhlas dalam menjalankan kehidupanya.
Banyak pepatah yang menjelaskan bahwa masa depan itu cerah. Benar atau tidak menurut kalian ? menurut gue itu benar, masa depan itu cerah ! lihat saja sekarang sudah ada lampu neon, LED, projector sampai lampu laser yang sedang dikembangkan masa depan cerah bukan ? tunggu apa hubungan masa depan cerah dengan lampu -lampu itu ? yah coba kalian simpulkan sajasendiri.
Setelah sekian lama tidak menulis di HSA karena memang tidak ada inspirasi dan kawan- kawanya untuk menggerakan jemari menghantam keyboard. Ya baru sekarang ini gue bisa menulis seadanya tentang mesin waktu. Banyak sekali film -film yang menceritakan tentang mesin waktu dari zaman baheula saja sudah ada film yang menayangkan tentang mesin waktu sampai pada puncaknya film Back To The Future meledak dipasaran dengan mobil yang merangkap menjadi mesin waktu itu.
Kembali lagi ke pembahasan, apakah kalian menginginkan adanya mesin waktu ? kalau gue sih nggak mau karena jadi nggak seru, tidak ada lagi penelitian tentang fossil hewan prasejarah, tidak ada lagi penelitian tentang artefak- artefak di sudut- sudut bumi dan arkeolog jadi pengangguran kan kasihan sekali bila mesin waktu ada. Selain itu bila mesin waktu digunakan dengan alasan sebagai ilmu pengetahuan, menurut gue itu adalah hal termalas yang pernah ada. Bagaimana bisa menjadi hal termalas ? sebagai contoh begini majunya teknologi seperti handphone touchscreen sampai lampu laser tadi adalah hasil karya pemikiran, imajinasi serta kerja keras para ilmuwan mereka mencarinya sendiri. Nah jika mesin waktu dibuat maka ilmuwan tadi akan menjadi malas karena, mereka akan enggan untuk berimajinasi tentang teknologi baru lagi, tinggal naik mesin waktu menuju masa depan lihat apa yang belum ada, bawa ke masa sekarang lagi terus di contek dan di jual lagi. Itulah bentuk dari sifat malasnya atau bisa kita sebut menjadi mencontek. Dan para arkeolog tadi, mereka tinggal naik mesin waktu pergi kemasa lalu dengan bekal kamera, jepret sana- sini, catat semua dan bawa ke masa sekarang lalu bagikan tidak ada namanya penelitian dilab lagi mereka hanya mengamati saja.
Menurut gue bila ada mesin waktu dunia tidak seru lagi dan rasa penasaran serta misteri tidak ada lagi semua hilang.Bila tidak sabar untuk menonton film baru yang belum dilaunching tinggal naik mesin waktu pergi kemasa depan terus menonton film itu, ini benar- benar menjadi tidak seru dan terlalu mudah tantangan hidup hilang dan dunia tidak lagi menarik. Jadi saran gue nggak usahlah ada mesin waktu atau apa yang berkaitan dan sejenisnya. Biarkan saja dunia berjalan seperti ini dan kita harus bersyukur dengan masa lalu dan terus optimis untuk menyongsong masa depan yang cerah dengan kemilau lampu LED.
Ok sampai disini saja awalnya dan Hapusajakhirnya...
Wednesday, February 12, 2014
Dimana Lagi Kami Bermain ? Dimana Lagi Kami Berlari ?
Greetings...
Melihat pertumbuhan kota besar di Indonesia, pulau Jawa khususnya membuat penulis bangga karena hanya erselang 1 tahun saja banyak sekali kemajuan yang dapat kita rasakan terutama pada bidang ekonomi dan sarana prasarana. Pemerintah benar- benar menggencarkan pertumbuhan kota besar tak jauh- jauh lihat saja ibu kota tercinta DKI Jakarta. Lihatlah sekeliling kota besar ini, ratusan bahakan ribuan gedung tinggi pencakar langit merupakan pemandangan yang biasa dan tak mengherankan. Mall- mall bertebaran seperti debu di kota ini. Hanya berjarak kurang dari 1 km saja kita pasti akan menemukan Mall atau pusat perbelanjaan di kota yang telah berusia 400 tahun lebih ini. Semua itu menandakan ekonomi kota ini benar- benar maju dan sangatlah baik pertumbuhanya. DKI Jakarta menjadi kaya raya karena pajak yang didapatkan dari pembangunan yang sudah tidak bisa di hitung dalam sehari.
Namun, dibalik pertumbuhan dan pembangunan yang baik itu terdapat sebuah masalah kecil yang akan menjadi bom waktu di kemudian hari. Memang tak banyak orang yang memikirkan hal ini tapi ini sangat penting, yaitu lahan bermain bagi anak- anak. Jika kalian kini berusia sekitar 20 tahunan maka masa kecil kalian pasti bahagia karena masih banyak sekali lapangan atau tanah kosong yang masih bisa di jadikan tempat bermain bersama kawan- kawan, berlarian kesana kemari tanpa harus mengkhawatirkan adanya kendaraan yang mengganggu. Tetapi lihatlah kini apakah masih ada lahan kosong tempat bermain seperti dulu di Jakarta ? jawabanya masih ada tapi jumlahnya pasti sudah jauh berkurang. Dapat dikatakan lahan kosong kini sudah berkurang 80% lebih. Dari pengamatan penulis di daerah sekitar tempat tinggal. Selama 10 tahun belakangan ini lapangan dan tanah kosong yang dulu sangat banyak bisa penulis temukan sekitar 9 lapangan termasuk lahan kosong dengan luas yang cukup besar. Tapi kini lahan- lahan tersebut hanya tersisa 3 saja dan ukuranya mengecil. Kemana lapangan dan lahan kosong itu pergi ? entah kemana tapi semua sudah dibangun beberapa rumah besar diatasnya. Contoh didekat tempat tinggal penulis dulu sekitar tahun 2000 ada sebuah lahan kosong yang disebut lapangan merah. Tempat itu sangatlah luas dan benar- benar seru saat di jadiakn tempat bermain dan berlarian bersama kawan- kawan. Kini, Jejak- jejak anak- anak yang berlari, teriakan, dan tawa tinggal menjadi kenangan. Lapangan merah sudah di tutupi dengan 6 unit rumah besar diatasnya memaksa anak- anak generasi penerus harus bermain di jalanan yang berbahaya karena kendaraan yang hilir mudik sewaktu- waktu bisa membahayakan mereka.
Ini barulah sebuah contoh kecil dari hilangnya tempat bermain bagaimana di tempat tinggal kalian ? apakah masih banyak tempat bermain ? apakah hanya di mall saja tempat bermain yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk menikmati kegembiraan ?. Semoga saja pemerintah sadar dan mau membuka lahan untuk tempat bermain anak- anak penerus bangsa. Ok sampai disini saja awalnya dan Hapusajakhirnya...
Melihat pertumbuhan kota besar di Indonesia, pulau Jawa khususnya membuat penulis bangga karena hanya erselang 1 tahun saja banyak sekali kemajuan yang dapat kita rasakan terutama pada bidang ekonomi dan sarana prasarana. Pemerintah benar- benar menggencarkan pertumbuhan kota besar tak jauh- jauh lihat saja ibu kota tercinta DKI Jakarta. Lihatlah sekeliling kota besar ini, ratusan bahakan ribuan gedung tinggi pencakar langit merupakan pemandangan yang biasa dan tak mengherankan. Mall- mall bertebaran seperti debu di kota ini. Hanya berjarak kurang dari 1 km saja kita pasti akan menemukan Mall atau pusat perbelanjaan di kota yang telah berusia 400 tahun lebih ini. Semua itu menandakan ekonomi kota ini benar- benar maju dan sangatlah baik pertumbuhanya. DKI Jakarta menjadi kaya raya karena pajak yang didapatkan dari pembangunan yang sudah tidak bisa di hitung dalam sehari.
Namun, dibalik pertumbuhan dan pembangunan yang baik itu terdapat sebuah masalah kecil yang akan menjadi bom waktu di kemudian hari. Memang tak banyak orang yang memikirkan hal ini tapi ini sangat penting, yaitu lahan bermain bagi anak- anak. Jika kalian kini berusia sekitar 20 tahunan maka masa kecil kalian pasti bahagia karena masih banyak sekali lapangan atau tanah kosong yang masih bisa di jadikan tempat bermain bersama kawan- kawan, berlarian kesana kemari tanpa harus mengkhawatirkan adanya kendaraan yang mengganggu. Tetapi lihatlah kini apakah masih ada lahan kosong tempat bermain seperti dulu di Jakarta ? jawabanya masih ada tapi jumlahnya pasti sudah jauh berkurang. Dapat dikatakan lahan kosong kini sudah berkurang 80% lebih. Dari pengamatan penulis di daerah sekitar tempat tinggal. Selama 10 tahun belakangan ini lapangan dan tanah kosong yang dulu sangat banyak bisa penulis temukan sekitar 9 lapangan termasuk lahan kosong dengan luas yang cukup besar. Tapi kini lahan- lahan tersebut hanya tersisa 3 saja dan ukuranya mengecil. Kemana lapangan dan lahan kosong itu pergi ? entah kemana tapi semua sudah dibangun beberapa rumah besar diatasnya. Contoh didekat tempat tinggal penulis dulu sekitar tahun 2000 ada sebuah lahan kosong yang disebut lapangan merah. Tempat itu sangatlah luas dan benar- benar seru saat di jadiakn tempat bermain dan berlarian bersama kawan- kawan. Kini, Jejak- jejak anak- anak yang berlari, teriakan, dan tawa tinggal menjadi kenangan. Lapangan merah sudah di tutupi dengan 6 unit rumah besar diatasnya memaksa anak- anak generasi penerus harus bermain di jalanan yang berbahaya karena kendaraan yang hilir mudik sewaktu- waktu bisa membahayakan mereka.
Ini barulah sebuah contoh kecil dari hilangnya tempat bermain bagaimana di tempat tinggal kalian ? apakah masih banyak tempat bermain ? apakah hanya di mall saja tempat bermain yang harus mengeluarkan biaya lebih untuk menikmati kegembiraan ?. Semoga saja pemerintah sadar dan mau membuka lahan untuk tempat bermain anak- anak penerus bangsa. Ok sampai disini saja awalnya dan Hapusajakhirnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)